4.05.2013

Hal Spesial Di Hari Spesial Untuk Orang Spesial...

Mau bagi-bagi cerita nih tentang peristiwa di hari keempat april kemaren. Tanggal 4 kemaren itu adalah hari yang spesial buat salah satu sahabat aku, nama nya Isti atau kami biasa memanggilnya Itings :D. yaa..karena itu hari spesialnya dia jadi sebagai sahabat yang baik yang perhatian (cieelah..), kami juga pengen hari spesialnya jadi lebih spesial. Oh..iya, belum dikasih tau, ‘kami’ disini itu maksudnya, aku (sang penulis), away, dan ecy. Kami bertiga itu yah bisa dibilang sahabat Itings yang paling kece cetar membahana badai deh. Haduh ngelantur, fokus ke cerita. Dari jauh-jauh hari kita bertiga udah nyusun rencana nih buat hari spesialnya Itings, mulai dari waktu, tempat, sampe dana yang dikeluarin *hahhahaa. Akhir keputusan dari rapat yang penuh dilema didapat kesepakatan kalo mulai dari mesan kue sampe beli kado itu diserahin sama Ecy (korban bully neh) karena berhubung ecy di kota yang sama sama Itings, jadi aku sama Away Cuma nyusun rencana sama kasih uang deh, bereessss :D. 
Dan…tanggal 4 akhirnya tiba, hari itu hari kamis dan diawali oleh hujaaaan yang deras di banjarbaru, aku jadinya gugup sendiri yaah kan ga seru aja kalo tiba-tiba hujannya seharian trus rencana yang udah matang tiba-tiba aja gagal. Alhamdulillah ternyata Allah yang baik hati mau menghentikan hujan, ga lama setelahnya aku dan away berangkat. Aku sama away berangkat dari Banjarbaru ke Banjarmasin (perjuangaan demi sahabat tercinta) kurang lebih satu jam setengah. Di jalan mentang-mentang aku yang bawa motor sempat-sempat aja Away tidur dibelakang, syukur ga jatuh yaah. 
Pas udah sampe di bajarmasin aku sama away nyantol dulu di kostnya Ecy sekalian nyusun rencana. setelah rencana rampung kita bikin tulisan ‘Happy Brithday’ buat iting trus kita tulisin pesan-pesan kita buat Iting, kita nulisnya dengan penuh cinta loooh. dengan harapan itings ga curiga ecy pun menelpon itings dan menanyakan posisi nya dengan alasan pengen kasih kado :D. ternyata….itings lagi ada di Col*** Box, salah satu tempat karaokean. Jadi kita bertiga nunggu itings selesai karaokean dulu deh, dan selesainya itu pake bangeets loh kita kan udah pada laper *nah loh. Sambil nunggu kita foto-foto dulu sama tulisan, kado plus kue yang dalam beberapa waktu ke depan udah berpindah tangan. 
 (dari kiri ke kanan) Ecy, Away, Aku
 (dari kiri ke kanan) Ecy, Away, Aku
Karena udah laper jadi deh kita makan mie instan dulu sementara buat ganjel perut. Pas baru selesai makan, eh..si iting malah sms kalo dia udah pulang. Kita pun jadi pada nyesel semua deh udah terlanjur makan mie *bhaahaaa. Langsung deh siap-siap buat menjalankan misi, jadi rencananya Ecy datang duluan bawa kado trus bilang kalo aku sama away ga bisa datang soalnya banjarbaru hujan, habis itu baru deh aku sama away datang tiba-tiba sambil bawa kue + pesan kita yang dikertas. Kita pun berangkat dari kostnya ecy, gugupnya bukan main tante ga tau juga tuh kenapa gugupnya sama tuh kaya lagi dihukum sama guru pas esema, dag dig dug gimana gituh jantungnya. Singkat cerita kita sampai di kost iting, ecy  sampai lebih dulu dan kita nunggu di luar sambil nusukin lilin ke kue. Abis udah dapet kode dari ecy, aku sama away masuk deh ke kost iting, dengan jantung yang berdebar-debar kita masuk, gara-gara gugup lilinnya jadi ikut goyang-goyang dan pada mati padahal kita udah depan kamarnya iting, cepet-cepet deh dihidupin lagi. Pas udah hidup, kita ngetok tuh kamarnya, eh…ga dbukain loh trus kita ngetok lagi dan baru dibuka. Muka iting pas ngeliat kita mesem-mesem cekikikan, dan dengan suara ‘kodok’nya itings nyanyi lagu happy brithday sendiri :D. sebelum lilin ditiup iting make a wish dulu, ga tau deh tuh apaan isi wish nya.  Abis tiup lilin kita foto-foto bentar terus potong kue deh. 
 
(dari depaan ke belakang) Ecy, away, Icha, iting
Abis potong kue, kita disuapin satu-satu sama iting semacam orang kawinan gitu deh *bhahahahahha…. dimulai dari yang paling tua :D

Away disuapin Iting
Ecy disuapin Iting :D
Aku disuapin iting
Dan..inti dari perjuangan kita bertiga buat itings pun akhirnya sampai, saatnya kita ‘ngebajak’ itings yeeeeey….kita  makan disalah satu ‘cafe’ terus mesan yang enak-enak deh tanpa peduli harga *uups.
Ice Cream Choco Pancake
Es teh, Cappucino Float, Rainbow Ice :D
udah abis :D
Habis makan kita ke gramedia bentar, ada yang pengen nyari buku katanya. Ga jelas juga sebenarnya siapa yang punya hajat ke situ, sampe disitu karna buku yang ‘katanya’ ga ada jadinya Cuma liat-liat deh. Berhubung udah malam dat takut pulang kemalaman dan karena malam itu juga malam jum’at kita pulang ke kost iting ngambil barang-barang yang ketinggalan. Habis itu aku sama away balik ke banjarbaru dan ecy balik ke kostnya. Perjalanan pulang away yang bawa motor, dengan harapan supaya ga bikin away ngantuk jadi deh sepanjang jalan kita ngoceh, cerita panjang lebar sampai tau-tau udah sampe benjarbaru.
Dan…dari cerita yang (masih) abstrak ini kalo menurut aku ada hal yang bisa dipetik hikmahnya. Yaah..meskipun cape, jauh, trus dapet oleh-oleh flu aku ga nyesal loh udah ngelakuin semuanya. Mungkin ini kali yah karena sayang jadinya rela ngelakuin apa aja, rela nungguin berjam-jam, trus rela juga buat nempuh perjalanan lebih dari 30 KM. meskipun rada-rada minder yah karena kue yang kita kasih ‘kecil’ :D.
Selamat ulang tahun iting, semoga panjang umur sehat selalu. Makasih udah mau dengarin curhatan aku, makasih udah jadi penyemangat aku selama aku ‘galau’, makasih juga udah jadi sahabat terbaik di dunia. Aku sayang iting selalu hehhehe…tulisan abstrak kali ini aku dedikasiin(cieeelaah…) buat Iting, sahabat ku tersayang sebagai salah satu kado di hari spesialnya, meskipun rada-rada garing yah ceritanya...dimaklumin yah kan masih belajar
 
Ini iting



     
Banjarbaru, 5 April 2013

4.02.2013

Cerpen Pertama (ʃƪ´⌣`)


Saat itu sekolah ku mengadakan acara untuk merayakan 17 agustus, yakni bermacam-macam perlombaan seperti basket, futsal, balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, dan lain-lain. Pagi itu aku dan 3 orang sahabatku duduk ditangga depan kelas, kami menonton pertandingan basket antara kelas satu dan kelas dua. pertandingan dimulai, namun aku tidak terlalu menyimak pertandingan dengan baik karena asyik mengobrol dengan sahabatku. Tiba-tiba 2 orang temanku histeris berteriak sambil memandang ke arah lapangan. Mereka meneriakkan cowo pemain basket yang ternyata mereka kagumi. Aku menjadi penasaran dengan cowo tersebut, Nona pun menunjukkannya dan aku pun mengangguk meskipun tak jelas mellihatnya
Sambil memperhatikan cowo itu aku menjawab,”hmm..biasa-biasa aja tapi lumayan lah”.
Setelah itu kami tak membicarakannya lagi hingga pada suatu siang di kelas, aku duduk satu bangku dengan Nona dan saat itu kami sedang asyik bercanda. Tiba-tiba ada yang mengejutkan kami. Ada anak kelas sebelah yang secara mengejutkan berdiri di depan pintu dan berkata dengan Robby
”rob, pinjem buku inggris dong ,” kata anak dari kelas sebelah yang aku ga tau siapa namanya.
Dengan gayanya yang cengengesan robby pun berjalan ke luar untuk mengantarkan buku. Lalu nona berkata,”ih...idung robby mirip ma idungnya ivan, jangan-jangan kalian kembar ya ?? hahahaha, Nona cekikikan.
(Oh..itu yah ivan pikirku dalam hati)
”hahahaha...ada ada aja”, robby menyahut, Aku dan Ari pun ikut tertawa melihatnya.

Tak lama setelah itu ....
Saat guru sedang menjelaskan, tanpa sengaja aku memandang keluar dan tiba-tiba ivan lewat di depan kelas ku, dan otomatis mata kami saling bertemu selama beberapa detik. Kerena sadar ivan meliatku, aku pun langsung melihat ke arah lain. Ternyata kejadian tadi tertangkap oleh mata Nona, dia langsung menatap ku dengan tatapan yang tajam sambil tersenyum namun aku tak mempedulikannya dan kembali mengarahkan pikiranku kepada penjelasan guru.
Selama beberapa hari, entah kenapa kami selalu bertemu dan aku jadi salah tingkah kalo udah ada dia. Dan selama beberapa hari itu juga terntyata Nona memperhatikan ku. Nona pun bertanya sambil meledek ku,”kamu suka sama ivan ya Mon? Hayo nagaku...., ciiee yang lagi jatu cinta”
Aku hanya dapat menahan tawa saat nona mengejekku, pipi ku merah mendengarnya. Hmm.. ternyata aku memang benar suka dia.
Tak lama setelah itu, entah kenapa aku merasa ivan sepertinya memperhatikan ku karena mata kami sering saling bertemu satu sore di sekolah saat kami sedang melakukan kegiatan ekskul, temanku yang bernama susi memanggil ku dan mengatakan kalo ivan menyukaiku, aku kaget dan ingin sekali rasaanya berteriak kesenangan tapi aku menahannya dihadapan susi, teman sekelas ivan.
Aku pun menemui ketiga sahabatku, aku menceritakan semuanya. Mereka terkejut dan senang mendengarnya.ina dan netta selalu menggodaku bila mereka meliat ivan, sampai kami berdua menjadi salah tingkah.
sore hari setelah itu, aku terbangun karena mendengar handphone ku berbunyi. Setelah ku liat ternyata dari ivan, dengan semanagat aku membalas sms dari ivan. Tak lama kami saling melakukan pdkt, ivan mengatakan kalau dia menyukai ku dan dia bertanya apakah aku mau menjadi pacarnya, tanpa ragu aku mengatakan ”ya”.
Berbulan-bulan kami menjalin hubungan, sampai suatu saat di mana aku menyukai orang lain, namanya deny. Aku selalu berusaha membuang perasaan itu namun keseringan kami bertemu membuat aku susah membuang perasaan itu. Dan parahnya lagi ivan mengetahuinya, dia kecewa dan sepertinya marah padaku tetapi berusaha memendam kemarahannya. Sejak kejadian itu, aku merasa sikap ivan terhadapku jadi lain (semoga hanya perasaan ku saja).
Perubahan sikap ivan itu pernah ku tanyakan padanya, namun ivan selalu mengatakan sikapnya biasa-biasa saja. Aku orang yang terjebak di antara dua hati, tetapi aku akan selalu berusaha menjadikan ivan sebagai orang yang satu-satunya ada di hatiku hingga detik ini.

semoga seseorang masih ingat tentang rentetan kejadian di atas. semoga...


Kuala Kapuas, bebrapa tahun silam


Hanya Sementara, Tuhan...


Selamat malam Tuhan, aku harap Engkau mau meluangkan waktuMu sebentar disela-sela kesibukanMu untuk mendengar ceritaku hari ini. Untuk kesekian kalinya Tuhan aku menceritakan hal yang sama kepadaMu, semoga Engkau tidak bosan mendengarkann ceritaku yang sama berkali-kali. Iyaa..laki-laki itu (lagi) Tuhan yang akan menjadi topik ceritaku malam ini. Aku sendiri bingung kenapa aku tidak pernah bosan menceritakan dia kepadaMu, selalu saja ada hal-hal kecil tentang dia yang membuat aku selalu bercerita tentangnya.
Engkau pasti sudah tau bagaimana kerasnya perjuanganku untuk mengikhlskannya, bagaimana sulitnya aku menghilangkan bayang-bayang wajahnya dari sistem kera otakku, dan Engkau juga pasti tau bagaimana besarnya usahaku untuk dapat keluar dari rotasi kehidupannya. Hari ini tiba-tiba saja dia menghubungiku, hal yang tak pernah ku harapkan sebelumnya. Dan..lagi-lagi, entah mengapa paru-paruku terasa sangat sesak dan jantungku tiba-tiba berpacu cepat. Jujur saja Tuhan, aku sangat tidak suka dengan sikapnya seperti ini, ia seperti tidak memikirkan perasaanku. Bukannya aku ingin bersikap sombong atau ingin memutuskan hubungan dengannya, hanya saja aku rasa waktunya tidak tepat sekarang. Hal yang dilakukannya seperti meruntuhkan perjuangan kerasku selama ini, mungkin engkau tau Tuhan apa maksudnya memperlakukan aku seperti ini. Ketika aku sudah mulai berusaha menjauh darinya, mulai belajar mengikhlaskannya, dia datang lagi dalam kehidupannku. Atau mungkin ini salah satu rencanaMu ??
Karena rindukah atau mungkin karena memang kau masih belum siap untuk benar-benar kehilangan kabar dari ku ?? bukankah sekarang kau sudah punya penggantiku ?? seharusnya kau bisa fokus menjalani hidup barumu. Mungkin anggapan ku memang benar, kamu memang masih memikirkanku, kamu memang benar-benar belum menghapus aku dari sistem kerja otakmu. Dan…lagi-lagi aku terlalu percaya diri.
Aku berusaha menguatkan hatiku ketika harus membalas sms-sms darinya, aku berusaha menanggapinya dengan santai demi kebaikanku sendiri. Jujur..ingin sekali aku mengatakan betapa aku merindukannya, tapi aku sadar bahwa hal tersebut hanya akan membuatku terluka pada akhirnya. Percakapanku dengannya melalu pesan singkat terasa sangat garing, yaah..karena sepertinya aku dan dia sama-sama menjaga alur percakapan kami.  Percakapan itupun berakhir tanpa kesan, tak ada artinya. Kalau aku boleh memilih, tentu saja aku lebih memilih agar dia lebih baik tidak menghubungiku sama sekali, karena jika dia menghubungiku dia hanya membuatku terluka untuk kesekian kalinya.
Hanya Engkau Tuhan yang tau apa yang ada dipikirannya saat ini dan apa yang dirasakannya saat ini. Aku harap dia tidak membohongi perasaannya sendiri, karena aku tak mau jika dia merasakan bagaimana sakit yang pernah ku rasakan. Jika engkau berkenan Tuhan, tolong sampaikan padanya agar dia untuk sementara tidak perlu menghubungiku, agar sementara kami bisa menjadi orang yang tidak pernah mengenal, agar sementara kami melupakan kenangan yang pernah kami ciptakan. Hanya untuk sementara…..




Banjarbaru, hari kedua dibulan april 2013