Sudah sekitar sembilan
minggu setelah kita “benar-benar” memutuskan untuk tidak lagi bersama. Apa kabar,
Cinta? “Cinta”….panggilan akrab kita berdua kepada satu sama lain. Sudah sembilan
minggu pula aku tidak lagi mendengar suaramu memanggilku dengan sebutan itu. Yaa..kalau
boleh aku jujur aku sangat merindukannya. Merindukan kenangan itu dan tentu
saja merindukan…kita.
Cinta..selama sembilan
minggu ini aku harap kabarmu selalu baik-baik saja. Apa saja yang telak kau
lakukan dengan gadis itu? Gadis yang sangat kau jaga perasaannya melebihi aku
yang sangat menyayangimu. Gadis yang juga secara tidak langsung sudah menyakiti
perasaanku.
Aku senang bila kau
sudah menemukan kebahagianmu sendiri bersama orang lain. Mungkin lebih baik
begitu karena pada dasarnya kita memang tidak bisa bersama, kecuali atas izin
Tuhan. Cinta kita memiliki penghalang yang cukup besar. Perbedaan keyakinan
diantara kita yang kita kira bisa disatukan pada kenyataannya tidak bisa
disatukan. Aku mengaku kalah pada keadaan, bukannya aku menyerah hanya saja aku
belajar menerima keadaan kita yang berbeda.
Selama sembilan minggu
apa saja kegiatanmu, sayang ? oh…iya, bagaimana ujianmu kemarin? Semoga saja
hasilnya memuaskan. Aku dengar-dengar sekarang kamu sedang liburan yaa, wah…kalau
sudah begini kamu pasti akan sibuk dengan kegiatan Gereja. Tapi aku juga lihat
dari jejaring sosial kamu sedang sakit. Aku harap kamu hanya sakit biasa dan
bisa secepatnya sembuh.
Kalau aku, kamu
mungkin juga penasaran apa yang sudah aku lakukan selama sembilan minggu
terakhir. Dihari di mana kita memutuskan untuk menyudahi segalanya aku
merasakan sakit hati yang luar biasa, hujan selalu saja membasahi pipiku. Namun,
disaat itu juga aku disadarkan oleh sahabatku untuk bisa berpikir tentang kamu.
Kamu mau tau cinta apa yang mereka katakan? Sedikit pedas sih kata-katanya tapi
itu cukup buat menyadarkanku. Mereka bilang kalau kamu itu ga layak buat aku,
kamu itu juga ga layak buat diperjuangin dan mereka juga bilang kalau aku itu
layak dapetin yang lebih baik dari kamu, meskipun aku selalu merasa kamu yang
terbaik. Tapi berhubung segala hal yang sudah kamu lakuin ke aku, aku jadi berubah
pikiran, sayang.
Aku berjuang keras
untuk tak lagi memperdulikanmu, aku menahan keinginan kuatku untuk membuka
profil facebook mu, dan aku juga menahan keinginan kuat untuk mencari tahu
segala hal yang berhubungan denganmu. Dan aku rasa usahaku membuahkan hasil,
sayang. Setiap aku melihatmu dengan gadis itu di dunia maya aku tak lagi
merasakan sakit seperti dulu. Apakah itu juga pertanda bahwa aku sudah
melupakan perasaan sayangku untuk kamu?
Tapi tetap saja aku
tidak bisa melupakan kenangan tentang kita. Sepertinya itu memang sudah menjadi
tugas kenangan, yang akan kembali setiap saat dan setiap waktu ke dalam pikiran
seseorang. Aku selalu bertanya apakah ada cara untuk menghilangkan kenangan? Apakah
dengan aku amnesia kenangan itu akan hilang? Entahlah…sepertinya itu tidak
mungkin juga terjadi.
Berbicara tentang
kenangan, apa kamu masih ingat dengan pernyataan yang sama-sama kita buat? Pernyataan
yang kalimatnya sama padahal kita tak pernah berjanji untuk membuatnya. “Bagaimanapun
keadaanmu, bagaimanapun hubunganmudengan perempuan lain, bagaimanapun perasaannyamu
kepadaku, dan bagaimanapun keadaanku..aku akan tetap sayang sama kamu, Cinta”.
Kalimat tersebut
memang terlihat egois bagi pasangan kita kelak. Tapi aku memang tidak bisa
menghapus kamu dan kenangan kita seratus persen dari rotasi kehidupanku. Seorang
sahabat pernah berkata kepadaku, kalau kita tidak perlu membuang perasaan atau
membeci seseorang untuk melupakannya karena cinta mempunyai tempat tersendiri
dan arti sendiri dalam kehidupan tiap orang yang perlu kamu lakukan hanyalah
tak lagi memperdulikan perasaan itu.
Cinta, apa kamu juga
masih ingat dengan kata-kata yang kamu ucapkan ketika aku menangis karena sudah
tidak kuat melihatmu bersama gadis itu?? Kamu bilang, “aku ga akan pergi
kemana-mana, aku akan selalu ada dihati kamu karena bagi aku Cinta Itu Kamu”. Jujur
sayang, kadang-kadang potongan kenangan itu kembali menyapaku dan memunculkan
rasa rindu. Apa kamu juga merasakan hal yang sama, Cinta??
Aku bingung sayang
kenapa begitu sulit melupakanmu, aku bingung dengan perasannku sekarang. Meskipun
kamu sudah sering kali membuatku sakit hati dan menangis tapi tetap saja aku
tidak bisa membencimu. Apakah cinta itu sedemikian bodohnya? Kadang aku
menggangap kalau “cinta” dan “bodoh” itu beda tipis, bahkansangat tipis.
Besok tepat tanggal 14
Agustus, dan itu adalah hari yang spesial bagi kamu karena besok kamu akan
bertambah usia. Dihari yang spesial itu aku harap kamu bisa cepat sembuh dari
sakitmu, aku juga selalu berdoa untuk kebahagiaanmu dan aku selalu mengharapkan
yang terbaik untukmu. Tulisan ini aku berikan khusus kepadamu. Bodoh memang aku
berkata begitu karena pada kenyataanya aku ga akan memberikan tulisan ini
kepadamu dan kamu ga akan pernah bisa membacanya.
Tuhan…apakah memang
ini menurutmu jalan yang terbaik untuk kami? Apakah tidak bisa Engkau membantu
kami? Menyatukan dua orang yang memiliki perasaan yang sama untuk saling
memiliki seperti yang ada didongeng-dongeng. Tapi aku pasti tau kalau Engkaulah
yang tau apa yang terbaik untuk kami berdua.
Tuhan…Engkau pasti tau
bagaimana perasaanku sekarang, Engkau pasti tau kalau aku masih menyayanginya,
masih belum bisa melupakannya. Tapi aku tidak ingin terluka lagi olehnya,
Tuhan. Aku mohon Tuhan, bantu aku melupakanya, bantu aku untuk mengikhlaskannya
pegi, dan bantu aku Tuhan untuk berhenti mencarinya. Bantu dia juga Tuhan untuk
bisa melupakanku.
Beberapa harapan ku
untuk kita sayang, semoga harapan itu bisa dikabulkan oleh Yang Maha Kuasa. Tenanglah
sayang, sabarlah..semua akan indah pada waktunya. Semoga kamu masih ingat
dengan kata-kata penenang ku kalau kita memang jodoh kita pasti akan bersama
lagi, karena pada hakikatnya yang disatukan oleh Tuhan tidak dapat dipisahkan
oleh manusia.
Dan..selama sembilan
minggu terakhir aku memang sudah tak merasakan sakit seperti dulu, aku tak
pernah lagi menangisimu, dan aku mulai tak memperdulikanmu. Apakah ini
merupakan kemajuan untukku? Semoga saja hal ini pertanda baik untukku, pertanda
bahwa Tuhan mendengar doaku. Semoga ….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar